PPK ORMAWA BEM KM UNAND 2026 LOLOS PENDANAAN DIT. BELMAWA MELALUI PROGRAM GANTARA
Penulis Muhammad Dzakwan Resmana - 30 Mei 2026
Tim PPK Ormawa BEM KM UNAND
Padang, 30 Mei 2026 - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM KM Universitas Andalas resmi memperoleh pendanaan dari Direktorat Belmawa tahun 2026 melalui program GANTARA (Gerakan Antisipasi dan Ketangguhan Bencana Masyarakat Kelurahan Gurun Laweh Nanggalo melalui Mitigasi Terintegrasi Fase Hulu, Tengah, dan Hilir).
Program yang melibatkan elemen BEM KM UNAND di bawah pendampingan Dosen Pendamping Risti Kurnia Dewi, S.Gz., M.Si., tersebut akan dilaksanakan di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, pada Juni hingga Oktober 2026. GANTARA dirancang sebagai bentuk respons terhadap persoalan kebencanaan yang dihadapi masyarakat, dengan mengintegrasikan konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital.
Kelurahan Gurun Laweh menjadi lokasi program karena memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana banjir. Wilayah dengan elevasi sekitar 3-8 meter di atas permukaan laut dan jumlah penduduk sekitar 2.875 jiwa tersebut turut terdampak banjir yang terjadi pada periode November 2025 hingga Januari 2026. Berdasarkan data dalam proposal program, sebanyak 2.232 jiwa terdampak langsung di Kecamatan Nanggalo, sementara lebih dari 100 rumah terendam dan 835 jiwa harus mengungsi secara darurat ke SDN 07.
Hasil identifikasi tim menunjukkan terdapat sejumlah persoalan yang berkontribusi terhadap tingginya risiko bencana. Di antaranya adalah kondisi sempadan DAS Batang Kuranji yang mengalami degradasi, masih rendahnya kesiapsiagaan masyarakat, serta belum optimalnya pengelolaan bantuan dan informasi ketika terjadi kondisi darurat. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Tim GANTARA untuk merancang intervensi yang mencakup fase hulu, tengah, dan hilir.
Pelaksanaan GANTARA dibagi ke dalam empat tahapan. Pada Juni hingga Juli, kegiatan difokuskan pada penyusunan peta evakuasi tangguh bencana dan pengembangan sistem informasi berbasis QR Code. Selanjutnya, pada Juli hingga Agustus, tim melakukan penguatan infrastruktur kebencanaan dan lingkungan melalui optimalisasi sistem peringatan dini serta persiapan lahan konservasi yang melibatkan masyarakat.
Memasuki Agustus hingga September, program diarahkan pada aksi lingkungan dan peningkatan kapasitas warga. Kegiatan tersebut meliputi penanaman 2.500 bibit vetiver dan 220 pohon berakar kuat di sepanjang sempadan DAS Batang Kuranji serta Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi Kader Siaga Tanggap Bencana.
Tahap akhir pada September hingga Oktober berfokus pada penguatan sistem dan edukasi masyarakat melalui peluncuran Manajemen Posko Logistik Siaga Digital, penyelenggaraan Sekolah Tangguh Bencana, serta Program UMKM Bangkit. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus mendukung proses pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
GANTARA menargetkan keterlibatan sedikitnya 25 persen kepala keluarga di Kelurahan Gurun Laweh dalam kegiatan mitigasi bencana. Program ini juga menargetkan terbentuknya minimal 10 kader siaga bencana bersertifikasi BNPB, beroperasinya sistem alarm peringatan dini, serta tersedianya sistem pendataan warga berbasis QR Code.
Pelaksanaan program turut didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya BPBD Kota Padang, Bappeda, Dinas Koperasi dan UMKM, Diskominfo, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta unsur masyarakat seperti Kader PKK, Tagana, dan Karang Taruna. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat berjalan secara terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui GANTARA, PPK Ormawa BEM KM UNAND berupaya menghadirkan model pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam upaya pengurangan risiko bencana. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi juga membangun kapasitas warga agar mampu mengambil peran dalam menghadapi dan memulihkan diri dari dampak bencana.
Dalam jangka panjang, GANTARA menargetkan Kelurahan Gurun Laweh dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih tangguh dan berorientasi pada konservasi lingkungan. Hingga 2028, program diarahkan pada penguatan legalisasi kader, penyusunan SOP dan peta evakuasi, serta serah terima sistem operasional kepada pihak kelurahan dan BPBD.
Dengan dukungan mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan berbagai mitra, GANTARA diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat Gurun Laweh yang lebih siap, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi risiko bencana sekaligus menjadi contoh praktik pemberdayaan masyarakat berbasis mitigasi terintegrasi di Kota Padang.