PULIHKAN LAHAN TERDAMPAK BANJIR, TIM PPKO BEM KM UNAND LAKSANAKAN AKSI TAGAK RIMBO TANAM 1.000 BIBIT VETIVER, 400 POHON PRODUKTIF, DAN 250 POHON BERAKAR KUAT
Penulis Muhammad Dzakwan Resmana - Jum'at, 21 Agustus 2026
Foto bersama Tim PPK Ormawa BEM KM UNAND, BPBD, Pemerintah Kota, NGO Beserta Volunteer Kegiatan Aksi Tagak Rimbo
Padang, 21 Agustus 2026 - Semangat menjaga dan memulihkan lingkungan diwujudkan melalui Aksi Tagak Rimbo yang dilaksanakan oleh PPK Ormawa BEM KM Universitas Andalas pada 1–2 Agustus 2026. Mengangkat tema “Basamo Mambangkik Alam”, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam pemulihan lahan terdampak banjir sekaligus upaya meningkatkan ketangguhan lingkungan terhadap risiko bencana.
Aksi Tagak Rimbo merupakan bagian dari program Mitigasi Bencana yang dijalankan oleh Tim PPKO BEM KM UNAND. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman vegetasi, tetapi juga membawa pesan bahwa upaya menjaga dan memulihkan lingkungan membutuhkan keterlibatan serta kolaborasi berbagai pihak. Melalui semangat basamo, mahasiswa didorong untuk hadir secara langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya mitigasi bencana berbasis lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, Tim PPKO BEM KM UNAND melakukan penanaman sebanyak 1.000 bibit rumput vetiver, 400 bibit pohon produktif, dan 250 bibit pohon berakar kuat. Pemilihan berbagai jenis vegetasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi ekologisnya dalam membantu memperkuat kondisi lahan, mengurangi potensi erosi, serta mendukung proses pemulihan ekosistem pada wilayah yang terdampak banjir.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Padang. Keterlibatan lintas perguruan tinggi menjadi wujud nyata semangat kolaborasi mahasiswa dalam merespons persoalan lingkungan dan kebencanaan. Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya pengurangan risiko bencana membutuhkan kesadaran dan kontribusi bersama, terutama dari generasi muda.
Selain melibatkan mahasiswa, pelaksanaan Aksi Tagak Rimbo juga dilakukan melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai organisasi nonpemerintah (NGO). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan kegiatan, sehingga rehabilitasi lingkungan tidak berhenti sebagai gerakan mahasiswa, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Tema “Basamo Mambangkik Alam” membawa pesan bahwa menjaga lingkungan bukanlah tanggung jawab satu pihak. Kata basamo menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong, sementara mambangkik alam menggambarkan semangat untuk kembali menghidupkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata. Semangat tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam memulihkan lahan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Lebih dari sekadar kegiatan penanaman, Aksi Tagak Rimbo menjadi momentum untuk menguatkan pemahaman bahwa mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis lingkungan. Kondisi lingkungan yang terjaga dan memiliki vegetasi yang memadai dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi risiko bencana serta meningkatkan ketangguhan wilayah dalam menghadapi ancaman di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Tim PPKO BEM KM UNAND juga berupaya memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan kebencanaan. Mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penggerak yang dapat mendorong lahirnya kesadaran dan tindakan kolektif dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan kolaborasi antarpihak dalam upaya pengurangan risiko bencana. Semangat yang dibangun melalui Aksi Tagak Rimbo diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan.
“Mitigasi bencana bukan hanya tentang bagaimana kita merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan dan menjaga lingkungan agar lebih mampu menghadapi risiko bencana di masa depan.”
Melalui semangat “Basamo Mambangkik Alam”, PPK Ormawa BEM KM UNAND berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Sebab, menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan untuk generasi yang akan datang.
Basamo mambangkik alam, basamo menjaga masa depan. 🌱