TIM PPKO BEM KM Universitas Andalas Gandeng BPBD Kota Padang Cetak Kader Siaga Bencana Lewat Program GANTARA
Penulis Muhammad Dzakwan Resmana - Selasa 17 Juli 2026
Dokumentasi Edukasi Kebencanaan dan Pelatihan Kader Siaga Bencana Oleh BPBD Kota Padang
Padang, Selasa 17 Juli 2026 - Upaya membangun masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya mengandalkan pemerintah, peningkatan kapasitas masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang siap menghadapi situasi darurat. Semangat tersebut diwujudkan oleh PPKO BEM KM Universitas Andalas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melalui kegiatan Edukasi Kebencanaan dan Pelatihan Kader Siaga Bencana di Kelurahan Gurun Laweh, Senin (13/7/2026), bertempat di Mushalla Nurul Ihsan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Antisipasi dan Tangguh Bencana Masyarakat (GANTARA), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Langkah ini dinilai penting mengingat Kota Padang memiliki berbagai risiko bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep kebencanaan, tetapi juga diajak melihat mitigasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap potensi ancaman, pengurangan risiko, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi menjadi sejumlah materi penting yang diberikan dalam pelatihan.
Materi mengenai dasar-dasar kebencanaan disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, S.STP., M.PA. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai karakteristik berbagai ancaman bencana di Kota Padang serta pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai langkah untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Ricky juga menekankan pentingnya posisi masyarakat dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, keberhasilan respons terhadap situasi darurat sangat dipengaruhi oleh kesiapan masyarakat, baik dari sisi pengetahuan, kondisi mental, maupun kemampuan dalam menentukan tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris BPBD Kota Padang, Robert Candra Eka Putra, S.Sos., M.Si. Ia membahas aspek kepemimpinan, komunikasi, serta tanggung jawab kader siaga bencana di tengah masyarakat.
Dalam penjelasannya, kader siaga bencana memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi. Kader diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat, membangun koordinasi di tingkat lingkungan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana.
Keberadaan kader tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat sehingga proses penyelamatan, evakuasi, koordinasi, hingga pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan terorganisasi.
Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat. Berbagai pembahasan juga berkembang pada persoalan koordinasi dan kondisi lingkungan yang berkaitan dengan potensi risiko bencana di Kelurahan Gurun Laweh.
Antusiasme tersebut menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap pentingnya membangun budaya sadar bencana. Pelatihan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan dari narasumber kepada peserta, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan memahami kondisi kebencanaan dari perspektif masyarakat secara langsung.
Kolaborasi antara PPKO BEM KM Universitas Andalas dan BPBD Kota Padang menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat proses pemberdayaan sekaligus mendorong terbentuknya kesadaran kebencanaan yang dapat berkembang secara berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Melalui GANTARA, kader-kader yang terbentuk diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Mereka diharapkan mampu mengambil peran sebagai penggerak edukasi kebencanaan, mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, serta berkontribusi dalam memperkuat ketangguhan Kelurahan Gurun Laweh terhadap berbagai ancaman bencana.
Pada akhirnya, ketangguhan bencana tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, tetapi juga oleh kapasitas manusia yang berada di dalamnya. Masyarakat yang memahami risiko, memiliki keterampilan, serta mampu mengambil tindakan secara tepat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih siap dan tangguh menghadapi bencana.